Tuesday, January 17, 2012


Klasifikasi batuan

Batuan merupakan semua bahan pembentuk kerak bumi dan merupakan kumpulan (agregat) mineral – mineral yang terbentuk secara alami dan mempunyai sifat fisik dan kimiawi tertentu.

Pengelompokkan batuan :
A.           Batuan Beku
Merupakan batuan yang terbentuk sebagai hasil pembekuan magma, suatu masa larutan silikat cair liat, pijar dan mudah bergerak (mobile).
Pengelompokkan batuan beku berdasarkan proses terjadinya :
  1. Batuan beku Vulkanik/ekstrusi : batuan beku yang proses pendinginan magma berada di permukaan atau didekat permukaan bumi, sehingga proses pembekuannya terjadi dengan relatif cepat dengan melepaskan kandungan gasnya. Oleh karena itu sering memperlihatkan struktur aliran dan banyak lubang gasnya (vesikuler), yang menyebabkan terbentuknya mineral penyusun berukuran halus atau masif (< 1 mm). Contoh : Basalt, Andesit, Dasit, Obssidian, Riolit,Trakit, dll.                                                                                               
  2. Batuan beku Plutonik/intrusif :  batuan beku yang proses pendinginan magma berada pada kedalaman yang besar dan proses pembekuannya terjadi secara perlahan sehingga memberi kesempatan untuk pengintian dan pembentukan kristal secara sempurna yang dicirikan dengan mineral penyusun batuan berukuran besar (> 1 mm). Contoh : Gabro, Diorit, Granit, Granodiorit, Dunit, Peridotit, dll.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan kimiawi :
  1. Batuan Beku Asam, bila batuan tersebut mengandung SiO2 lebih besar dari 66%, Contoh : Granit, Riolit, Dasit, Granodiorit, dll.
  2. Batuan Beku Intermediet/Menengah, bila batuan beku mengandung 52% - 66% SiO2, Contoh : Andesit, Diorit, Trakit, Syenit, dll.
  3. Batuan Beku Basa, bila batuan beku tersebut mengandung 45% - 52% SiO2, Contoh : Gabro, Basalt, Diabas, Basanit, dll.
  4. Batuan Beku Ultra Basa, bila batuan beku tersebut mengandung kurang dari 45 % SiO2, Contoh : Peridotit, Dunit, Serpentinit, Piroksenit,dll.

A.           Batuan Sedimen
Merupakan batuan yang terbentuk sebagai hasil pembatuan (lithifikasi) dari endapan bahan – bahan rombakan atau hasil kegiatan organisme atau hasil reaksi kimia tertentu.
Pengelompokkan Batuan Sedimen :
1.      Batuan sedimen klastik, adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapn kembali rombakan atau pecahan batuan asal, baik yang berasal dari batuan beku, batuan metamorfik/ubahan maupun batuan sedimen sendiri yang lebih tua. Contoh : Batupasir, Batulempung, Breksi, Konglomerat, dll.
Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari pelapukan mekanis (disintegrasi)maupun secara kimiawi (dekomposisi), kemudian tererosi dan tertransportasi menuju suatu cekungan pengendapan.
Setelahpengendapan berlangsung sedimen mengalami diagenesa yakni proses perubahan – perubahan yang berlangsung pada temperatur rendah didalam suatu sedimen, selama dan sesudah lithifikasi ini merupakan proses yang mengubah suatu sedimen menjadi batuan keras.
Proses diagenesa lain:
Kompaksi Sedimen, termampatnya butir sedimen satu terhadap yang lain akibat tekanan dari berat beban diatasnya, sehingga volume sedimen berkurang dan hubungan antar butir yang satu dan lainnya menjadi rapat.
Sementasi, turunnya material – material diruang antar butir sedimen dan secara kimiawi mengikat butir – butir satu dengan yang lainnya.
Rekristalisasi, pengkristalan kembali suatu mineral dari suatu larutan kimia yang berasal dari pelarutan metrial sedimen selama diagenesa atau jauh sebelumnya.
Autigenesis, terbentuknya mineral baru dilingkungan diagenetik, sehingga adanya mineral tersebut merupakan partikel baru dalam suatu sedimen.
Metasomatisme, pergantian mineral sedimen oleh berbagai mineral autigenik, tanpa pengurangan volume asal.

2.      Batuan sedimen non klastik, adalah batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau dari hasil kegiatan organisme. Reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik (penggaraman unsur – unsur laut, pertumbuhan kristal dari agregat kristal yang terpresipitasi dan replacement).Contoh : Rijang, Halite, Batugamping Terumbu, Gypsum, Dolomit, dll.

Kalsifikasi Batuan Sedimen menurut R.P. Koesoemadinata :
  • Golongan detritus kasar, golongan ini dapat dikenali melalui butiran penyusun batuannya yang relatif berukuran kasar dengan diameter ≥1/16 mm dan umumnya dihasilkan oleh proses sedimentasi mekanis.
Contoh : Batupasir, Breksi, Konglomerat, dll.
  • Golongan detritus halus, golongan ini dapat dikenali melalui butiran penyusun batuannya yang berukuran relatif halus (diameter <1/16mm) sebagaihasil sedimentasi mekanis.
Contoh : lempung, lanau, serpih, napal (proses sedimentasi kimiawi)
  • Golongan Karbonat, golongan ini tersusun oleh kelompok mineral karbonat (kalsit, dolomit, aragonit)dan cangkang – cangkang binatang karang (mollusca, foraminifera).
Contoh : batu gamping bioklastik (sedimentasi mekanis), batu gamping terumbu (sedimentasi organis), batu gamping dolomit (sedimentasi kimiawi)
  • Golongan Evaporit, pada umumnya batuan ini terbentuk dilingkungan danau yang tertutup dan untuk terjadinya batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki larutan kimia yang cukup pekat. Umumnya bersifat monomineralik.
Contoh : gypsum, anhydrite, halite
  • Golongan Sedimen Silika, proses terbentuknya batuan ini merupakan gabungan dari proses organik dan kimiawi untuk menyempurnakan, bersifat monomineralik dan tersusun dari mineral silika.
Contoh : Rijang, Radiolaria, Diatomea
  • Golongan Batubara, batuan sedimen ini terbentuk karena adanya akumulasi unsur – unsur organik yang kaya unsur C yaitu dari tumbuh – tumbuhan, dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati dengan cepat tertimbun oleh suatu lapisan yang tebal diatasnya sehingga tidak memungkinkan untuk terjadinya pelapukan. Termasuk jenis sedimen organoklastik.
Contoh :  Gambut, Bituminous, Antrasit

B.            Batuan Metamorf
Merupakan batuan yang berasal dari batuan asal (beku, sedimen ataupun metamorf sendiri) yang telah mengalami perubahan mineralogi, tekstur maupun struktur yang terjadi pada fase pedat sebagai tanggapan atas perbedaan suhu dan tekanan yang tidak sama dengan kondisi sebelumnya. Metamorfisme adalah proses perubahan struktur dan mineralogi batuan yang berlangsung pada fase padatan, sebagai tanggapan atas kondisi suhu dan tekanan dari kondisi batuan tersebut sebelumnya.
Tipe metamorfisme berdasarkan penyebarannya :
1.      Metamorfisme Lokal, meliputi :
·         Metamorfisme Kontak : terjadi disekitar tubuh batuan beku sebagai akibat pemancaran panas selama pendinginannya.
Contoh : Marmer, Kuarsit
·         Metamorfisme Dislokasi/Dinamik/Kataklastik : terjadi pada daerah yang mengalami dislokasi seperti disekitar sesar. Pergerakkan antar blok batuan akibat sesar memungkinkan menghasilkan breksi sesar, dan batuan metamorfik dinamik.
Contoh : proto milonit,milonit, dan ultra milonit.
·         Metamorfisme Benturan : hujan meteor menghasilkan metamorfisme pada batuan yang dibenturnya.
2.      Metamorfisme Regional, meliputi :
·         Metamorfisme Dinamothermal : terjadi pada kulit bumi bagian dalam, faktor yang berpengaruhadalah temperatur dan tekanan yang sangat tinggi.
Contoh : slate, sekis mika,philit, serpentinit
·         Metamorfisme Beban : metamorfisme ini tidak ada kaitannya dengan orogenesa atau intrusi magma, terjadi pada daerah geosinklin (cekungan sedimentasi yang terus menerus), batuan metamorf terjadi jika batuan terbebani oleh sedimen yang tebal diatasnya sehingga lapisan sedimen bagian bawah akan mengalami metamorfisme.
·         Metamorfisme Lantai Samudra : metamorfisme yang melibatkan perputaran fluida panas sehingga akan menyebabkan terjadinya perubahan mineralogi batuan sekitarnya yaitu penambahan unsur dalam batuan ubahan yang dibawa oleh larutan panas tersebut yang dikenal metasomatisme.

Kalsifikasi batuan metamorf :
ü  Calsic metamorphic rock : batuan metamorf yang berasal dari batuan yang bersifat kalsik (kaya Al) umumnya terdiri dari batu lempung dan serpih.
Contoh :batusabak(slate), phyllite
ü  Quartz feldspathic rock : batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya unsur kuarsa dan feldspar, batuan asalnya umumnya berasal dari batu pasir, batuan beku basa. Contoh : Gneiss
ü  Calcareous metamorphic rock : batuan metamorf yang berasal dari batugamping dan dolomit.
Contoh : marmer
ü  Basic metamorphic rock : batuan metamorf yang berasal dari batuan beku basa, menengah, dan tufa atau batuan sedimen yang bersifat napalan dengan kandungan unsur K,Al, Fe, Mg
ü  Magnesia metamorphic rock : batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya unsur Mg.
Contoh : serpentinit, sekis, klorit


C.           Batuan Piroklastik
merupakan batuan vulkanik yang bertekstur klastik yang dihasilkan oleh serangkaian proses yang berkaitan dengan letusan gunung berapi. Material penyusun tersebut terendapkan dan terbatukan/terkonsolidasi sebelum mengalami transportasi oleh air dan es.
Contoh : breksi piroklastik,Aglomerat, batu lapilli, tuff, dll.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment